Jenis Pintu UPVC

Jenis Pintu UPVC yang Paling Sering Digunakan

Perkembangan ilmu dan teknologi berdampak pada kebutuhan manusia. Hanya dalam beberapa tahun terjadi perkembangan baru, yang mana perkembangan tersebut harus lebih ramah lingkungan agar bumi tetap terjaga, bahkan hal tersebut terjadi juga pada konstruksi bangunan juga mengalami kemajuan.

Salah satu adalah ditemukannya bahan baru untuk membuat kusen, baik itu jendela maupun pintu.

Sebelumnya, manusia hanya mengenal kayu sebagai bahan membuat kusen. Bahan konvensional tersebut memang masih dipakai, karena memiliki nilai estetika sendiri.

Namun melihat harga kayu yang makin tinggi, ditambah lagi pertumbuhan kayu tidak bisa dipercepat saat itu juga, maka ditemukan beberapa alternatif untuk mengganti bahan kayu tersebut.

Tingginya pertumbuhan populasi manusia menuntut pihak konstruksi bangunan membuat hunian baru. Sumber konstruksi inilah yang makin lama makin menipis, termasuk kusen jendela dan pintu.

Salah satu bahan alternatif yang kini mulai banyak dipakai adalah Unplasticised Poly Vinyl Chloride atau UPVC

Apa Itu UPVC?

Selama ini masyarakat lebih akrab dengan pipa PVC atau pipa paralon. Sementara UPVC merupakan pengembangan dari kayu, aluminium, dan PVC sehingga menjadi bahan kusen yang kokoh.

Sifat UPVC jauh lebih keras daripada PVC. UPVC lebih kuat dan kokoh karena rangkanya terbuat dari baja yang dilapisi besi galvanis.

Material ini termasuk dalam kategori ramah lingkungan, bahannya memiliki kandungan unsur garam dan minyak. Selain itu, UPVC memiliki proteksi yang baik terhadap api.

Maka, tidak heran jika banyak toko yang jual pintu UPVC karena permintaan developer yang mulai tinggi. Bahan ini pun mudah dirawat karena tidak perlu pengecatan.

Permukaan UPVC sangat halus serta tidak berpori, jadi mudah untuk dibersihkan. Keuntungan-keuntungan inilah yang membuat pihak konstruksi bangunan mulai menggunakan bahan UPVC.

 

Jenis-jenis Pintu UPVC

Jika Anda berpikir bahwa UPVC tidak mempunyai motif, maka pikiran tersebut harus disingkirkan jauh-jauh.

Di Indonesia, pintu UPVC memiliki warna dan motif yang beragam. Sehingga dapat dipilih sesuai dengan kebutuhan maupun keinginan. Pengerjaannya pun dilakukan dengan teliti sehingga menghasilkan kusen yang rapi.

Berikut ini adalah jenis pintu UPVC yang dapat menjadi pertimbangan dalam memilih kusen pintu:

1. Sliding Door

Sliding Door

Jika sliding door atau pintu geser terbuat dari kayu terkesan berat, maka tidak dengan pintu UPVC. Pintu geser ini lebih cocok digunakan pada toko, hotel, atau kantor.

Namun bagi Anda yang ingin memiliki pintu berbeda dari ruangan lain, maka tidak ada salahnya digunakan di rumah. Anda bisa mengaplikasikannya pada pintu kamar atau dapur.

Pintu geser yang diaplikasikan pada dapur dapat menjadi pembatas dengan ruang makan. Sehingga, jika ingin memiliki dapur yang terkesan luas, cukup geser pintu UPVC.

2. Swing Door

Swing Door

Ini adalah pintu yang umumnya dipakai di setiap rumah. Swing door atau pintu berayun adalah pintu yang hanya perlu didorong untuk membukanya. Pintu jenis ini bisa digunakan pada segala ruangan, termasuk pada ruang tamu.

3. Pintu Lipat

Pintu Lipat

Pintu ini mirip dengan pintu geser, yaitu untuk menggunakannya hanya dengan menggeser ke samping. Perbedaannya adalah jika sliding door hanya menggeser pintu, maka pintu lipat menggeser dan melipat bersamaan. Sehingga bukaannya lebih lebar daripada sliding door. Pintu lipat biasanya memiliki minimal 3 daun pintu.

 

Meski lebih mahal dari pada kusen aluminium, tetapi masih lebih hemat dibandingkan kusen kayu. Itulah sebabnya banyak yang jual pintu UPVC untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *